Melambungnya harga dolar terhadap rupiah sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia terhadap dunia, terlebih terhadap kebutuhan impor Indonesia sekarang-sekarang ini yang makin meningkat, bahkan Indonesia mengimpor bahan pangan yang sebenarnya mereka mempunyain itu dinegaranya sendiri dan bahkan memiliki kualitas yang lebih baik.
Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa waktu terakhir berdampak terhadap harga barang di dalam negeri. Ini pun akan menjadi salah satu penyebab inflasi bulan Agustus 2013.
"Inflasinya rupiah juga akan pengaruh. Tapi yang paling besar karena pangan, itu yang paling besar," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadiwibowo mengatakan pelemahan rupiah menjadi penyebab tidak langsung terhadap inflasi.
"Rupiah itu pengaruh kalau untuk inflasi itu pengaruh nggak langsung, jadi lewat emas," sebut Sasmito di kesempatan yang sama.
Iya menyatakan, kenaikan harga emas yang saat ini sudah mencapai 6% dapat menjadi penyebab utama inflasi.
"Kenaikan harga emas, jadi itu yang nanti yang mempengaruhi besaran inflasi. Naiknya sekarang sudah 6% dibanding bulan Juli, perannya hampir sekitar 2%. Mungkin nanti jadi penyebab terbesar inflasi di Agustus," kata Sasmito.
Selain emas, rupiah juga akan berdampak terhadap barang elektronik. Ini akan terlihat pada inflasi bulan September. "Barang elektronik itu nanti terlihatnya saat September. Jadi kemungkinan adanya deflasi jadi terhambat," sebutnya.
Sebagian tulisan ini saya ambil dari : Detik.com