tidak
dapat dipungkiri lagi hubungan yang saling terkait antara masyarakat desa dan
kota, dilihat dari keseharian kesamaan kebutuhan dan saling melengkapi satu
sama lain. masyarakat kota pada umumnya cenderung bersifat individual karena
pada umumnya masyarakat kota memiliki rutinitas dan kesibukan yang padat untuk
memenuhi kebutuhan mereka, berbeda dengan masyarakat desa yang lebih cenderung
bergotong-royong dan masih sangat kental sifat saling pedulinya, dan kesibukan
masyarakat desa pun tidak begitu padat sepadat rutinitas masyarakat kota.
masyarakat desa dan kota begitu sangat berhubungan dan saling membutuhkan, pada
kenyataannya masyarakat kota membutuhkan bahan-bahan pangan dari desa yang pada
dasarnya memang tidak tersedia lahan di kota untuk bercocok tanam karena
lahan di perkotaan sudah terlalu banyak dipakai untuk dibangun bangunan yang
megah seperti mall,apartemen,pasar modern, dan beberapa pabrik besar yang
sangat merusak lingkungan.
masyarakat desa pun begitu membutuhkan masyarakat kota yang membeli semua hasil
bahan-bahan pangan mereka, penghasilan masyarakat desa pada dasarnya bersumber
pada masyarakat kota yang membeli semua kebutuhannya dari desa, maka dari itu
antara masyarakat desa dan masyarakat kota begitu sangat berhubungan dan saling
membutuhkan untuk saling mengisi kebutuhan mereka masing-masing, maka jika saja
para petani di desa gagal panen ataupun tidak dapat menghasilkan bahan-bahan
pangan untuk kebutuhan masyarakat kota akan sangat berpengaruh untuk masyarakat
kota dan akan sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di desa.