Hello World :)

Selasa, 27 November 2012

Masyarakat Desa dan Kota Tidak Bisa Dipisahkan



            tidak dapat dipungkiri lagi hubungan yang saling terkait antara masyarakat desa dan kota, dilihat dari keseharian kesamaan kebutuhan dan saling melengkapi satu sama lain. masyarakat kota pada umumnya cenderung bersifat individual karena pada umumnya masyarakat kota memiliki rutinitas dan kesibukan yang padat untuk memenuhi kebutuhan mereka, berbeda dengan masyarakat desa yang lebih cenderung bergotong-royong dan masih sangat kental sifat saling pedulinya, dan kesibukan masyarakat desa pun tidak begitu padat sepadat rutinitas masyarakat kota.
            masyarakat desa dan kota begitu sangat berhubungan dan saling membutuhkan, pada kenyataannya masyarakat kota membutuhkan bahan-bahan pangan dari desa yang pada dasarnya memang  tidak tersedia lahan di kota untuk bercocok tanam karena lahan di perkotaan sudah terlalu banyak dipakai untuk dibangun bangunan yang megah seperti mall,apartemen,pasar modern, dan beberapa pabrik besar yang sangat merusak lingkungan.
            masyarakat desa pun begitu membutuhkan masyarakat kota yang membeli semua hasil bahan-bahan pangan mereka, penghasilan masyarakat desa pada dasarnya bersumber pada masyarakat kota yang membeli semua kebutuhannya dari desa, maka dari itu antara masyarakat desa dan masyarakat kota begitu sangat berhubungan dan saling membutuhkan untuk saling mengisi kebutuhan mereka masing-masing, maka jika saja para petani di desa gagal panen ataupun tidak dapat menghasilkan bahan-bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat kota akan sangat berpengaruh untuk masyarakat kota dan akan sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di desa.

Minggu, 25 November 2012

Hari Pahlawan (10 November, Surabaya)


         Tanggal  10 november adalah  hari peringatan hari pahlawan. Yang berawal dari pertempuran di Surabaya yang menjadi perang pertama bangsa indonesia melawan bangsa penjajah negaranya setelah proklamasi di kumandangkan dan merupakan perang terbesar dan terberat dalam sejarah revousi Indonesia sehingga menjadi simbol nasionalis atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

        sebuah keberanian dan semangat yang luar biasa, berjuang mempertahankan tanah sendiri dari bangsa kolonialisme yang ingin merebutnya dari para pejuang bersenjatakan seadanya. Bermodalkan keberanian , tekat, dan keyakinan akan kemenangan atas para penjajah yang biadab Bung Tomo meneriakan sebuah kata yang membakar semangat arek-arek Suroboyo dengan berkata "merdeka atau mati" membuat mereka berfikir untuk mencoba berjuang melawan dari pada harus selalu menuruti kemauan mereka dinegeri kami sendiri, lebih baik kami mencoba melawan entah mati atau berhasil untuk merdeka, setidaknya kami tidak menjadi budak dinegeri sendiri.

        Dan apakah makna dari hari pahlawan sendiri  bagi kita sekarang ? dan bagaimana kita menyikapinya sekarang. Seolah kita sudah tidak peduli lagi sekarang tentang perjuangan mereka mereka yang berusaha susah payah mempertahankan tanah airnya bagi kita. Apa bentuk kepedulian kita sekarang ? hanya melaksanakan upacara saja banyak yang tak sudi untuk menghadirinya, para pejabat pejabat tinggi pun yang hanya berdiri ditempat yang teduh, tak sudi untuk menghadiri upacara peringatan hari pahlawan hari dimana dahulu para pejuang Indonesia rela mati dan meninggalkan keluarganya untuk mempertahankan tanah air tercintanya. Entah karena dampak era globalisasi dan semakin berkembangnya jaman dan pola pikir yang lebih cenderung individual.

Minggu, 04 November 2012

Sumpah Pemuda



SUMPAH PEMUDA
Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
1. Pertama : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kedua  : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Ketiga  : Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Dari isi sumpah pemuda diatas disimpulkan bahwa pemuda Indonesia sangat menjujung tinggi arti nilai persatuan, pemuda yang cinta tanah air, penuh semangat menyatukan dan mengharumkan nama bangsa. Tapi sepertinya semua nilai-nilai dan cita-cita pemuda dulu telah semakin memudar ditelan perkembangan zaman dan pola berfikir yang lebih cenderung ke individu. Terbukti dari semakin banyaknya perselisihan antar sesama pemuda, sesama pelajar yang terkadang hanya karena hal sepele dan karena perbedaan kebutuhan,kubu,dan pendapat perkelahian dan tawuran tidak dapat lagi dihindarkan. Semakin minimnya pemikiran untuk saling bersatu membangun bangsa agar semakin kokoh dan lebih dipandang oleh bangsa lain. Tapi sayangnya pemikiran pemuda sekarang lebih cenderung pada suatu solidaritas terhadap kelompoknya masing-masing, yang sejalan, dan sepemikiran. Jika sudah begitu, sepertinya sulit untuk dibenahi lagi, karna sudah terlalu kuatnya hubungan para pemuda sekarang dengan kelompoknya masing-masing seperti sudah tidak mungkin lagi untuk bisa menyatukan pemuda sekarang agar bisa saling membantu dalam mewujudkan tujuan pribadi mereka masing-masing.

Jumat, 19 Oktober 2012

TAWURAN MENGHILANGKAN CITRA BANGSA!



Tawuran antar pelajar maupun antar desa sepertinya sudah menjadi hal yang biasa akhir-akhir ini, tawuran ini kerap kali terjadi biasanya hanya karna hal sepele. Tawuran terjadi biasanya di kalangan masyarakat dan pelajar yang memiliki golongan atau kelompok yang berbeda, tawuran sering terjadi biasanya hanya karna sakit hati karena di ejek atau biasanya tidak terima karena kawannya atau teman sekelompoknya di remehkan.

Tawuran adalah hal yang sangat memalukan, terutama bagi citra bangsa ini sendiri, karna pada dasarnya bangsa kita adalah bangsa yang seharusnya saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain seperti yang tercantum pada sila ke-3 pada pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”. Tapi sepertinya nilai yang terkandung dalam pancasila tersebut sudah hilang dan memupuskan harapan untuk kembali pada masa Indonesia bersatu.

Semakin bertambahnya waktu, semakin hilang rasa kepedulian dan solidaritas antar sesama masyarakatnya, entah karena pengaruh dari luar atau pengaruh era globalisasi dan apalagi sekarang banyak tanyangan yang mencontohkan hal-hal yang menyangkut hal tersebut.

Sepertinya berbagai solusi telah dicoba untuk menghentikan beberapa tawuran yang terjadi, namun apa daya bila pemikiran mereka adalah “hutang nyawa di bayar nyawa” maka sampai kapan pun mereka yang saling bentrok akan sulit dipisahkan. Salah satunya solusi adalah tidak menurunkan dendam tersebut kepada generasi penerusnya dan menyimpan semua cerita yang membuat semua permusuhan itu terjadi.