Tawuran antar pelajar maupun antar desa sepertinya sudah menjadi hal yang biasa akhir-akhir ini, tawuran ini kerap kali terjadi biasanya hanya karna hal sepele. Tawuran terjadi biasanya di kalangan masyarakat dan pelajar yang memiliki golongan atau kelompok yang berbeda, tawuran sering terjadi biasanya hanya karna sakit hati karena di ejek atau biasanya tidak terima karena kawannya atau teman sekelompoknya di remehkan.
Tawuran adalah hal yang sangat memalukan, terutama bagi citra
bangsa ini sendiri, karna pada dasarnya bangsa kita adalah bangsa yang
seharusnya saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain seperti yang
tercantum pada sila ke-3 pada pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”. Tapi
sepertinya nilai yang terkandung dalam pancasila tersebut sudah hilang dan
memupuskan harapan untuk kembali pada masa Indonesia bersatu.
Semakin bertambahnya waktu, semakin hilang rasa kepedulian dan
solidaritas antar sesama masyarakatnya, entah karena pengaruh dari luar atau
pengaruh era globalisasi dan apalagi sekarang banyak tanyangan yang
mencontohkan hal-hal yang menyangkut hal tersebut.
Sepertinya berbagai solusi telah dicoba untuk menghentikan
beberapa tawuran yang terjadi, namun apa daya bila pemikiran mereka adalah
“hutang nyawa di bayar nyawa” maka sampai kapan pun mereka yang saling bentrok
akan sulit dipisahkan. Salah satunya solusi adalah tidak menurunkan dendam
tersebut kepada generasi penerusnya dan menyimpan semua cerita yang membuat
semua permusuhan itu terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar