Melambungnya harga dolar terhadap rupiah sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia terhadap dunia, terlebih terhadap kebutuhan impor Indonesia sekarang-sekarang ini yang makin meningkat, bahkan Indonesia mengimpor bahan pangan yang sebenarnya mereka mempunyain itu dinegaranya sendiri dan bahkan memiliki kualitas yang lebih baik.
Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa waktu terakhir berdampak terhadap harga barang di dalam negeri. Ini pun akan menjadi salah satu penyebab inflasi bulan Agustus 2013.
"Inflasinya rupiah juga akan pengaruh. Tapi yang paling besar karena pangan, itu yang paling besar," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadiwibowo mengatakan pelemahan rupiah menjadi penyebab tidak langsung terhadap inflasi.
"Rupiah itu pengaruh kalau untuk inflasi itu pengaruh nggak langsung, jadi lewat emas," sebut Sasmito di kesempatan yang sama.
Iya menyatakan, kenaikan harga emas yang saat ini sudah mencapai 6% dapat menjadi penyebab utama inflasi.
"Kenaikan harga emas, jadi itu yang nanti yang mempengaruhi besaran inflasi. Naiknya sekarang sudah 6% dibanding bulan Juli, perannya hampir sekitar 2%. Mungkin nanti jadi penyebab terbesar inflasi di Agustus," kata Sasmito.
Selain emas, rupiah juga akan berdampak terhadap barang elektronik. Ini akan terlihat pada inflasi bulan September. "Barang elektronik itu nanti terlihatnya saat September. Jadi kemungkinan adanya deflasi jadi terhambat," sebutnya.
Sebagian tulisan ini saya ambil dari : Detik.com
Sabtu, 16 November 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Diamku
Diamku menyimpan sejuta belenggu
Tatapku menyirat sebuah rindu
Mencari sebuah kebenaran
Untuk tentukan sebuah lembaran
Semua keluhan tercurah merekah
Inginan bisikan hati terdengar
Harapkan sedikit asa tercurah
Demi ciptakan hati yang tegar
Melebur dalam sepi
Meredam dalam malam
Mencari sebuah pasti
Sejauh hati telah menyelam
Tak kutemukan apapun
Kantung harapan tergantung
Dijadikannya sebuah lomba
Dan janjikan sebuah karma
Apakah semua ini salahku ?
Pagi
yang cerah, semangat baruku melihat senyumnya setelah sekian lama hati ini
seakan membeku tak tau lagi rasanya suka entah karna terlalu lelah
mempertahankan yang tak pernah sedikitpun mempertahankanku atau terlalu letih
untuk mengawali suatu hal yang baru lagi.
Begitu
terkesan lelah hidupku saat berlari begitu jauh dan mengeratkan jarak antara
aku dan kekasihku dulu yang kini berakhir begitu saja, karna alasan yang
membuatku begitu terpukul begitu menyakitiku dan bahkan jika ibuku tau akan
perkataannya pada ibuku mungkin akan begitu sakit hatinya. Semua yang dia
lakukan begitu erat kuat kututupi untuk menjaga semua keutuhan yang ku jalin
selama 2tahun itu.
Tapi
apa boleh buat, tak semua pengorbanan dan tak semua hal yang kuraih dengan giat
dan sabar menghasilkan hasil yang seperti yang kuharapkan, salahku memang
terlalu memaksakan keadaan padahal pada awalnya aku sudah menyangka semuanya
akan seperti ini, tapi hatiku berbicara lain. Dalam hatiku bicara aku pasti
mampu merubahnya dengan segala apa yang ku punya dan dengan ketulusanku
untuknya agar selalu dapat bertahan dari semua sifat-sifatnya yang begitu sulit
aku terima.
Begitu
banyak hal yang setiap harinya membuat hati ini meringis ! merintih ! dan
mengeluhkan keadaannya, karna begitu perihnya dan begitu pekatnya sifatnya yang
tidak pernah bisa menghargai semua yang kuperjuangkan untuknya, mungkin baginya
tak berarti tapi semua yang baginya tak pernah berarti itu begitu kulakukan
dengan penuh ketulusan dan penuh kelelahan.
Tapi
apa daya, mungkin ini salahku terlalu memaksakan keadaan pada awal aku
memulainya. Atau mungkin bahkan dia tidak pernah sedikitpun menaruh rasa padaku
dan mungkinkah semua dia jalani dengan penuh kepalsuan agar diriku tak terlalu
begitu terlihat menyedihkan karna terlalu mengharapkannya.
Entahlah,
seperti begitu cepat masa laluku berlalu dengan citra yang begitu buruk yang
selalu terkait erat di ingatanku ini. Karna aku hanya manusia biasa yang
mempunyai batas aku tak tahan dengan semua itu jadi ku putuskan untuk menyudahi
semua kelelahan itu. Begitu berat namun harus ku ketuk keputusan itu. Jika
tidak akan sampai kapan aku terpenjara dalam cinta yang begitu membutakan,
dalam penjara aturannya, dalam lingkup hinaannya, dalam relung emosiku yang sulit
ku letuskan padanya. Entah kenapa ! entah kenapa sulit membuat keputusan itu.
Padahal begitu sangat aku menginginkan semua itu berakhir namun seperti hatiku
sudah terbentuk namanya dan begitu dalam ukirnya. Namun banyak perkataan dalam
benak yang selalu membawaku kembali kealam sadarku dan membangunkanku dari
ketidaksadaranku selama ini, bahwa hal yang selalu menyakiti dan membebani itu
bukanlah lagi cinta , cinta tidak pernah membatasi tidak tidak pernah mengurung
tidak pernah merampas hidup cinta itu pemberi kebahagian pencipta tawa
penyemangat saat letih dan pembuat senyum saat merenung.
(to next part) Sia-siakah usahaku ?
Aku selalu hadir, tapi tidak baginya
Seperti
menatap erat wajahmu didepan cermin begitu nyata dan membawamu kedalamnya namun
semua hanyalah maya. Apa yang selalu ingin kucoba adalah menghadirkan diri ini
dihadapannya dan dianggap ada perasaan yang selama ini kubawa saat bertemunya. Namun
seperti halnya aku hanya sebuah air yang begitu menghilangkan dahagamu namun
setelahnya kau tak peduli apa yang membuat dahagamu berlalu.
Banyak
hal yang mungkin tidak pernah dia sadari dan bahkan begitu sangat ku ingat
momen yang begitu indah untukku, begitu biasa untuknya begitu luar biasa bagiku
dan seperti tak lagi peduli saat bahagia membawanya pergi dan seakan jahat
niatku begitu menanti kesedihannya datang agar tercipta waktu untukku menikmati
indahnya kebersamaan itu. Entah apa yang membuatku begitu halu seperti mabuk
karna minuman seperti letih begitu jauh berlari begitu indah saat semua tawanya
tercipta karna tingkahku saat dia tersenyum kepadaku dan saat dia bisa begitu
lega mengutarakan semua masalahnya padaku.
Apa
aku begitu tak terlihat berguna ? mungkin memang begitu banyak kekuranganku
atas dirinya, dan begitu banyak kesalahanku atas hidupnya terutama
kebahagiaannya dan perasaannya. Dan begitu hebatnya kah diriku memendam dan
memalsukan semua rasa yang aku miliki padanya. Dan begitu tak terasanya kah
semua yang coba ku ungkapan lewat tingkahku yang membisu namun rindu ini. Dan begitu
tak terasa kah hadir ini untuknya ?. dan apakah karna aku hanya pengganggu di
hidupnya.
Lalu
apa yang membuat semua berbeda, aku ada tapi kenapa terkadang begit sangat dia
meniadakanku seakan aku hanya teman yang dia kenal beberapa hari yang lalu,
yang begitu dekat lalu berlalu begitu saja. Seperti meniadakan hari-hari itu,
hari yang selalu kurindu. Seperti tidak pernah mengenalku begitu acuh membisu. Ya
aku sadar memang tak pantas aku mengharapkan sesuatu yang lebih darinya, bahkan
meminta waktu yang lebih darinya, begitu sangat membuatku tersadar akan
sifat-sifat acuhnya. Namun apa boleh buat rasa ini membawa ku dalam ketulian,
kebisuan, dan kebekuan. Semua seperti sudah terbiasa aku jalani, terkadang
begitu indah. Namun saat melihat kebahagiaannya bersama yang begitu dia kasihi
menjadi beban untukku berfikir. Apakah salah semua ini dan
(to next part) Apakah semua ini salahku ?
Selasa, 25 Juni 2013
sungguh tak sedikitpun niatku untuk ini
Jelas
bukan maksudku menyalahkan dia ataupun diriku sendiri, tapi semua terjadi
begitu saja dan begitu halnya seorang yang hanya ingin berteman dan saling
peduli. Entah dimana letak awal mulanya kesalahan yang kuperbuat ini terjadi
semua seperti berlalu begitu saja, begitu indah, begitu cepat, begitu
kurindukan masanya. Apakah halnya aku menikmati sebuah perjalanan kesalahan
yang kuperbuat ? ataukah perasaan ini kubuat-buat ? ataukah perasaan ini hanya
salah menyangka ? ataukah perasaan ini begitu pengecut untuk tersampai ? dan
ataukah perasaan ini harus ku tahan agar tidak menghancurkan kebahagiaannya ?
dan bagaimana mungkin awalnya kami hanya berteman biasa lalu timbul perasaan
yang istimewa ?.
Apa
maksud semua ini ? godaankah atas omongan ku dimana aku tidak akan pernah
menghancurkan kebahagiaan orang sekalipun aku begitu menginginkannya. Apakah ini
sebuah perasaan yang harus ku perjuangkan ? apakah aku harus merasakan sakit
agar mengerti betapa sulitnya bersabar, tak dianggap, dan betapa sulitnya
terkait sebuah kail harapan ? apakah ini balasan ? apakah sebuah hal yang harus
kujalani agar menjadi karma ku dikemudian hari ?. Entah harus ku keluar kan
berapa tanda tanya untuk menyelesaikan kebimbangan langkahku ini dan membawa semua
rasa bersalah dan cinta yang terlanjur bertingkat. Seperti membangun sebuah
menara yang tinggi dan apakah akan ku tinggikan lagi menara ini ? dan atau akan
kuhancurkan karna terlalu mencakar langit tingginya ? dan untuk apa jika
terlalu tinggi namun tak terisi ? menyisakan untuk apa ?.
Bukan sebuah
cerita yang mengharapkan terbalasnya cinta dan tercapainya harapan, tapi semua
yang ku alami seperti sebuah mimpi dan uji diri. Entah apa yang membuatku
begitu memikirkan sesuatu yang bahkan bukan milikiku, dan bahkan yang kupikirkan tak
tau begitu eratnya karat yang ia tanamkan dikepala dan hatiku sehingga sulit
melupakan namanya sehari saja dari ingatan ini.
Awal yang
selalu ku cari adalah awal dimana pertama aku mulai menaru sedalam ini
perasaanku padanya, entah sejak kapan begitu mendengar satu nama orang yang dia
sayangi dari bibirnya begitu mengoyakku. Mengapa aku tak berhenti sejak itu ?
mengapa aku seperti api yang tertiup angin ? mengapa tak tersadar dan menyudahi
semua. Mengapa tak kujaraki diriku demi kebahagiaannya ? dan mengapa begitu
kutanya jawabannya selalu membuatku terdiam dan bertanya apa sebenarnya maunya
? ragukah akan diriku ? waktu yang terlalu singkatkah yang meragukan mu hai kau
yang disana!? Atau cintamu pada kekasihmu yang memang selalu ingin pertahankan
? jika memang itu katakanlah maka dengan senyumku ku bawa semua yang kupunya
untuku dan berbahagia melihatmu. Dan jika inginmu aku menunggu akan ku coba
semampuku as long as you need.
To be continued ~
Minggu, 23 Juni 2013
Perebutan Kota Konstantinopel oleh Sultan Al-Fatih (Tentara Muslim vs Bangsa Persia)
saya akan membahas sedikit tentang perebutan konstantinopel oleh tentara islam yang dipimpin oleh sultan al-fatih dengan 250.000 pasukannya yang terbagi diberbagai wilayah untuk mengepung konstantinopel termasuk mengepung wilayah perairan dari konstantinopel itu sendiri, kisah ini di film kan pada tahun 2012 filmnya berjudul Fateh 1453 yaitu kisah tentang perang salib atau perang bangsa islam merebut konstantinopel melawan bansa persia . dari sebagian yang bisa saya ceritakan dan yang saya ketahui selanjutnya saya akan berikan selengkapnya prolog atau kronologi perang yang terjadi pada zaman kekuasaan sultan al-fatih :
لتفتحن القسطنطينية فلنعم الامير اميرها و لنعم الجيش ذلك الجيش
Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Rajanya adalah sebaik-baik raja dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara”1, sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan para Shahabatnya empat belas abad yang lalu. Delapan abad setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian, apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi. Benteng Konstantinopel yang terkenal kuat dan tangguh itu, akhirnya takluk di tangan kaum muslimin. Para Ulama’, di antaranya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan, “Di antara Dalaa’il Nubuwwah atau tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah sabda beliau yang menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan2.”
Pujian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada raja dan tentara yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, benar-benar melecut semangat jihad para pemimpin serta mujahidin yang hidup setelah beliau. Berkali-kali usaha ini dilancarkan, di antaranya: upaya penaklukan benteng Konstantinopel yang di lancarkan di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan di bawah komando anaknya Yazid. Turut serta dalam pasukan ini Abu Ayyub al-Anshari, seorang shahabat Rasulullah yang pemberani. Namun usaha ini menemui kegagalan. Abu Ayyub al-Anshari akhirnya gugur ketika mengikuti pertempuran ini. Sebelum beliau wafat, beliau sempat berpesan kepada panglima Bani Umayyah; jika ia wafat, ia ingin sekali dikuburkan di bawah tembok benteng Konstantinopel. Pasukan muslimin pun menjalankan wasiat beliau; mereka menyerbu musuh sambil membawa jasad Abu Ayyub al-Anshari, hingga ketika mereka sampai ke tembok benteng Konstantinopel, para mujahidin menggali lobang, dan menguburkan beliau di situ, sesuai permintaan terakhir beliau3.
Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khalifah Umayyah. Di zaman Khalifah Abbasiyyah, misi yang sama juga di lakukan namun belum menuai kesuksesan, termasuk di zaman Khalifah Harun Arrasyid. Setelah kejatuhan Baghdad 656 H, usaha menawan Konstantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur terutama kerajaan Seljuk. Pemimpinnya Alp Arselan berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonus, pada tahun 463 H. Akibatnya sebagian besar wilayah kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk. Beberapa usaha untuk menaklukkan Konstantinopel juga dilakukan oleh para pemimpin Daulah Utsmaniyyah. Sultan Murad II juga pernah melakukan beberapa kali pengepungan ke benteng tersebut, namun belum menuai hasil. Hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala mewujudkan impian kaum muslimin untuk menaklukkan benteng tersebut melalui tangan pemimpin ke-7 Daulah Utsmaniyyah yang terkenal akan kesalehan dan ketakwaannya kepada Allah. Dikisahkan bahwa tentaranya tidak pernah meninggalkan shalat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Sang Sultan sendiri tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajjud dan rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.
Di samping ketakwaan Sultan dan tentaranya kepada Allah, mereka memiliki semangat jihad yang tinggi, pantang menyerah, dan tidak takut mati. Mereka juga berhasil memainkan taktik perang yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, Sultan dan pasukannya bisa membuat kapal-kapal laut berjalan di atas daratan. Rute darat yang dilalui kapal-kapal Turki bukanlah rute yang mudah. Selain harus melewati jalan yang terjal, jarak yang harus ditempuh pun tidak pendek.4 Bagaimana ceritanya, dan siapakah sosok sang Sultan sendiri, Selamat membaca:
Biografi Singkat Sang Penakluk Benteng Konstantinopel
Sultan Muhammad Tsaniy atau yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al Fatih, dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H, bertepatan dengan tanggal 20 April 1429 M. Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Adrenah. Ayah beliau, betul-betul mendidik beliau agar menjadi seorang pemimpin kuat lagi saleh. Sultan Murad II melatih dan mendidik anaknya itu dari segala segi. Dalam bidang kesatriaan, beliau dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda. Tidak kalah penting, dalam bidang keagamaan, Ayah beliau mendatangkan beberapa Ulama’ pilihan di zamannya untuk mendidik agama beliau, di antaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy, seorang pakar fikih yang juga memiliki pengetahuan yang dalam dalam bidang ilmu Nahwu, Ma’ani, dan Bayan. Beliau adalah seorang ulama’ yang diakui keilmuannya oleh para ulama’ lainnya yang hidup di masanya. Bahkan Muhammad al-Fatih menyebutnya sebagai “Abu Hanifah zamannya”. Di samping itu, Muhammad al-fatih juga mewarisi sikap pemberani dan tidak mudah putus asa dari ayahnya. Beliau mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya. Muhammad al-Fatih juga gemar mempelajari sejarah Islam mulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga zaman beliau hidup saat itu, kisah sejarah yang dipenuhi kisah-kisah kepahlawanan dan kesatriaan para pahlawan Islam. Hal-hal yang kelak mendukung langkah beliau dalam pertempuran untuk menaklukkan benteng Konstantinopel.
Muhammad al-Fatih pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang perkasa dan saleh di bawah didikan ayah dan guru-gurunya. Tinggi badannya sedang-sedang saja, namun anggota tubuh beliau menceritakan keperkasaannya. Muhammad al-Fatih sangat mahir mengendarai kuda dan pandai memainkan senjata. Beliau dikenal sebagai sosok yang pemberani, adil dalam memutuskan perkara, dalam pengetahuan agama dan sastranya, zuhud lagi wara’ terhadap dunia, serta memiliki pandangan ke depan yang tajam. Sang penakluk Konstantinopel ini juga sangat rajin beribadah. Beliau jarang sekali shalat kecuali di Masjid Jami’. Beliau juga dikenal sebagai penguasa yang dekat dengan Ulama’.5
Semenjak kecil, Sultan Muhammad telah mengamati upaya-upaya ayahnya, Sultan Murad II, untuk menaklukkan Konstantinopel. Beliau juga mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta -pada usia yang sangat muda- menggantikan ayahnya pada tahun 855 H, beliau mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menaklukkan Konstantinopel6.
Benteng Konstantinopel
Konstantinopel, adalah salah satu bandar terkenal di dunia. Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya, Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis. Hal ini yang membuatnya juga mempunyai tempat istimewa ketika umat Islam memulai perkembangannya di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam, seperti dinyatakan oleh beliau dalam hadistnya.
Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan. Cukuplah kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya.7
Namun semua ini tidak membuat semangat Sultan Muhammad Tsaniy menjadi surut. Beliau yakin mampu mewujudkan impian umat Islam untuk menaklukkan benteng itu. Selain berbekal doa dan tawakkal kepada Allah, beliau juga menyiapkan taktik-taktik pertempuran yang matang disertai angkatan perang dalam jumlah besar untuk menaklukkan Konstantinpel.
Perjalanan Menuju Penaklukan Benteng Konstantinopel
1. Persiapan perang kedua belah pihak.
Sebagai langkah awal untuk mewujudkan impian ini, Sultan Muhammad Tsaniy terlebih dahulu mengumumkan pengumuman perang terhadap Konstantinopel. Kemudian pemimpin ke-7 Daulah Utsmaniyah ini datang mengepung benteng Konstantinopel bersama 50.000 pasukannya. Setelah mengepung selama tiga hari, Sultan Muhammad kemudian menarik kembali pasukannya pulang.
Belajar Islam – Sultan Muhammad Al-Fatih Bagian 2 Selama pengepungan yang berlangsung selama tiga hari ini memang tidak terjadi kontak senjata di antara kedua belah pihak. Namun tujuan utama Sultan Muhammad al-Fatih mengadakan pengepungan ini bukan untuk menjebol benteng Konstantinopel seketika itu juga, tetapi lebih ditujukan untuk mengenal lebih jauh kondisi benteng Konstantinopel dari jarak dekat; bagaimana struktur militer dan menara-menara pertahanan yang mengitari benteng tersebut. Sehingga ke depan bisa diambil strategi yang tepat untuk menaklukkan kota bandar ini.
Penguasa Konstantinopel langsung memerintahkan bawahannya untuk menangkapi setiap orang Turki yang ada di kotanya, sebagai balasan atas pernyataan perang Sultan Muhammad. Sadar bahwa Sultan Muhammad al-Fatih semakin berhasrat untuk menyerang mereka, tentara Konstantinopel semakin memperkuat pertahanan benteng mereka; orang-orang Konstantinopel merenovasi tembok benteng mereka yang rusak akibat di makan usia dan bekas serangan-serangan yang pernah di lancarkan sebelumnya. Selain menyiapkan peralatan perang mereka, para penguasa Konstantinopel juga mengirim utusan ke Eropa untuk meminta bantuan kepada sekutu-sekutu mereka yang ada di sana.
Para sekutu di Eropa pun menjawab permintaan rekan-rekan mereka di Konstantinopel dengan mengirimkan beberapa kapal yang berisi bala bantuan untuk mereka. Pakar strategi perang juga turut mereka sertakan dalam rombongan tersebut untuk memperkuat pertahanan benteng Konstantinopel dari gempuran musuh yang sewaktu-waktu hendak menyerang mereka.
Segera setelah sampai di Konstantinopel, pakar strategi perang yang dikirimkan Eropa segera melaksanakan tugasnya. Mereka siap melindungi Konstantinopel hingga titik darah penghabisan. Selanjutnya penguasa Konstantinopel memerintahkan peletakan rantai besi yang kuat di daerah teluk. Rantai besi ini akan ditarik hingga ke permukaan air jika ada kapal yang hendak masuk tanpa seizin mereka. Hal ini menyebabkan mereka memiliki kuasa penuh untuk mengendalikan lewatnya kapal-kapal yang ingin memasuki wilayah mereka dan mencegah armada laut Daulah Utsmaniyah yang mencoba mendekati Konstantinopel dari arah teluk.8
2. Midfa’ Sulthoniy, meriam raksasa penggetar Konstantinopel.
Persiapan Sultan Muhammad al-Fatih juga tidak kalah matang dari musuhnya untuk menggempur mereka. Sultan mengambil tindakan untuk menguasai semua perkampungan yang ada di sekitar benteng Konstantinopel. Hal ini berakibat putusnya jalur komunikasi antara Konstantinopel dengan Negara-negara lain. Selain itu, semangat jihad para pasukan Sultan juga semakin menggelora. Mereka ingin segera berperang untuk meninggikan agama Islam, meraih syahid di jalan Allah, serta pahala yang besar dari sang pencipta. Para Ulama’ juga tidak ketinggalan berada di tengah-tengah pasukan untuk membakar semangat jihad mereka.
Di tengah upaya Sultan Muhammad al-Fatih mematangkan persiapan pasukannya untuk berperang, secara tidak di sangka-sangka datang seorang ahli pembuat meriam dari kota Konstantinopel menawarkan jasa keahliannya membuat meriam kepada Sultan Muhammad al-Fatih. Sebelumnya lelaki ini bekerja untuk Konstantinopel. Namun karena penguasa Konstantinopel tidak kunjung membayar upah yang dijanjikan sebelumnya kepadanya, ia akhirnya membelot dan menawarkan jasanya kepada Sultan. Bak mendapat durian runtuh, Sultan Muhammad langsung menyambut tawaran emas dari sang ahli pembuat meriam ini. Sultan memberinya banyak harta dan fasilitas lengkap kepadanya untuk segera memulai pekerjaannya. Proyek besar ini sendiri dibantu oleh para arsitek senjata asal Turki dan pengawasannya dibawahi langsung oleh Sultan sendiri.
Selang tiga bulan kemudian, ahli pembuat meriam ini sukses menyelesaikan penggarapan sejumlah meriam untuk memperkuat pasukan militer Sultan. Di antaranya terdapat sebuah meriam raksasa yang belum pernah dibuat sebelumnya di muka bumi ini. Beratnya sekitar tujuh ratus ton. Peluru meriamnya juga memiliki ukuran yang sangat besar. Diperlukan seratus ekor kerbau ditambah seratus orang laki-laki yang kuat untuk menarik atau memindahkan meriam ini dari satu tempat ke yang tempat lain. Meriam ini akhirnya kondang dengan nama Midfa’ Sulthoniy atau meriam sang Sultan.
Sebelum uji coba meriam raksasa ini dilangsungkan, Sultan terlebih dahulu memperingatkan warganya agar tidak terkejut dengan kerasnya suara tembakannya. Ketika diuji coba, suara dentumannya terdengar hingga jarak tiga belas mil jauhnya. Peluru meriam tersebut akhirnya jatuh dan membuat lubang sedalam enam kaki. Sungguh luar biasa! Sultan gembira sekali setelah mengetahui hasil yang memuaskan dari uji coba meriam ini. Kemampuan meriam ini semakin menambah rasa percaya diri Sultan Muhammad Tsaniy dan pasukannya untuk menaklukkan benteng Konstantinopel. Sultan juga tidak lupa memberi bonus kepada sang ahli atas jerih payahnya yang telah mengarsiteki pembuatan meriam raksasa ini.9
3. Awal pengepungan
Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya Sultan Muhammad al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada bulan April 1453 M bersama 250.000 orang lebih tentaranya. Kemudian Sultan bersama dengan para staf militernya menyusun strategi perang untuk menggempur benteng Konstantinopel; Pasukan infanteri10, kavaleri11, dan artileri12 diperintahkan untuk mengambil posisinya masing-masing. Pasukan regular13 dan beberapa regu khusus bersama dengan pasukan non-reguler mengemban tugas utama untuk mengepung benteng sekaligus menyerangnya. Ada juga pasukan yang disiapkan Sultan untuk menggempur benteng dari arah pintu Rumanus –sisi ini adalah daerah yang paling lemah pertahanannya-, kelompok ini bertugas membantu penyerangan pasukan utama sekaligus mendobrak benteng dari sisi ini. Armada laut Sultan juga tidak ketinggalan ambil bagian dari pengepungan ini; tiga ratus kapal perang -baik yang berukuran kecil hingga yang besar- juga turut mengepung Konstantinopel dari arah laut. Selain itu, Armada laut Sultan juga bertugas; mencegah bala bantuan yang mungkin datang dari arah laut menuju Konstantinopel, menyerang kapal-kapal musuh yang menjaga teluk, menghancurkan rantai besi yang diletakkan tentara Konstantinopel di teluk yang telah membuat kapal-kapal Sultan tidak bisa memasuki teluk karena terhalang olehnya.
Setelah semua pasukan mengambil posisinya, Sultan mengirim pesan kepada penguasa Konstantinopel agar mau menyerahkan kota secara baik-baik kepada kaum muslimin. Jika hal itu dilakukan, Sultan berjanji untuk memperlakukan masyarakat Konstantinopel dengan baik dan menjamin keselamatan jiwa, harta, serta kebebasan beragama mereka. Namun tawaran Sultan ini ditolak mentah-mentah oleh pemimpin Konstantinopel. Mereka merasa yakin akan kekuatan pertahanan benteng mereka serta bala bantuan dari para sekutu.14
4. Gambaran benteng pertahanan.
4. Gambaran benteng pertahanan.
Jika dilihat dari udara, benteng yang mengitari Konstantinopel memiliki bentuk seperti segitiga. Salah satu sisinya menghadap laut Marmaroh, sisi yang satunya lagi menghadap ke teluk, dan sisi yang terakhir menghadap ke daratan yang mengarah ke Eropa –di sisi inilah pasukan utama Sultan berada-. Benteng ini dikelilingi oleh parit selebar enam puluh kaki untuk merintangi gerakan musuh yang berusaha mendekat. Benteng ini memiliki beberapa pintu, antara lain:
*
Pintu Adrenah
*
*
Pintu Midfa’ (disebut juga dengan nama pintu Rumanus)
*
*
Pintu Askariy
Untuk menerobos benteng ini, Sultan Muhammad al-Fatih membagi posisi pasukannya sebagai berikut:
Regu pertama:
Maymanah : Terdiri dari pasukan Anadhol yang dikomandoi oleh Ishaq Pasya dan Mahmud Bek. Pasukan ini mengambil posisi berhadapan dengan pintu Midfa’.
Regu kedua:
Maysaroh : Terdiri dari beberapa pasukan yang dipimpin Qurjah Pasya. Pasukan ini mengambil posisi yang berhadapan dengan pintu Adrenah.
Regu ketiga:
Qolb : terdiri dari pasukan utama dan pasukan pilihan yang dipimpin sendiri oleh Sultan Muhammad al-Fatih. Posisi pasukan ini berhadapan dengan pintu Midfa’. Dan di belakang posisi pasukan inilah Sultan mendirikan kemah yang berfungsi sebagai pusat komando jalannya pertempuran pasukan beliau.15
5. Jalannya pertempuran.
Raja Konstantinopel mengirimkan utusannya untuk menyampaikan pesan kepada Sultan Muhammad agar mau mengurungkan niatnya menyerang Konstantinopel, tetapi Sultan malah balik berkata kepada utusan raja Konstantinopel: “Katakan kepada rajamu, agar mau menyerahkan Konstantinopel secara baik-baik kepadaku. Saya berjanji bahwa pasukan saya tidak akan mengganggu jiwa, harta, dan kehormatan seorang pun yang ada di dalam kota…”. Setelah mendengar pesan balasan dari Sultan, maka raja Konstantinopel semakin yakin kalau perang tidak dapat dihindari lagi. Pintu-pintu masuk ke kota Konstantinopel segera ditutup rapat dan para prajurit Konstantinopel bersiap-siap menghadapi serangan.
Meriam-meriam pasukan Turki segera menyalak dan memuntahkan serangannya yang menakutkan ke arah Konstantinopel begitu turun perintah serangan dari Sultan. Meriam-meriam ini terus menerus menembakkan pelurunya siang dan malam tanpa henti. Suara dentumannya yang mengenai dinding-dinding benteng terdengar begitu menakutkan, terutama di waktu malam. Hati penduduk Konstantinopel pun dipenuhi rasa takut dan kengerian yang luar biasa begitu mendengar suara ledakannya yang sangat keras. Masyarakat Konstantinopel hanya bisa berdiam diri tanpa tahu apa yang harus mereka berbuat menyaksikan hal itu. Mereka juga tidak mengira sebelumnya bahwa ada meriam di atas muka bumi ini yang mempunyai kemampuan seperti yang dimiliki oleh Sultan Muhammad Tsaniy. Kedua belah pihak, baik pasukan Turki maupun pasukan Konstantinopel bertempur mati-matian menghadapi serangan dari sang lawan. Pasukan penjaga benteng Konstantinopel bergerak cepat memperbaiki dinding-dinding benteng yang rusak akibat terkena tembakan meriam Sultan. Di sisi lain, pasukan artileri terus-menerus menembakkan meriam mereka guna merapuhkan fisik benteng Konstantinopel agar bisa di terobos oleh pasukan infanteri Sultan. Di bawah derasnya hujan peluru meriam yang menghujani benteng, pasukan infanteri Sultan dengan gagah berani bergerak mendekat ke arah benteng tanpa takut mati.
Tembakan peluru yang terus menerus dilontarkan meriam Sultan akhirnya membuahkan hasil; beberapa bagian benteng rusak dan puing-puing bahan bangunan dari benteng tersebut serta pecahan-pecahan peluru meriamnya berjatuhan sehingga memenuhi parit yang ada di bawahnya, hal ini membuat pasukan lawan bisa melintasinya dengan mudah. Melihat hal itu, pasukan Sultan segera bergerak merangsek masuk ke dalam benteng. Mereka memanjat tembok benteng dengan menggunakan tangga. Beberapa dari mereka bahkan sampai ke daerah yang ada di dalam benteng. Pergerakan pasukan Sultan ini langsung mendapat sambutan dari pasukan musuh yang menjaga benteng di atas. Pertempuran sengit terjadi di antara kedua belah pihak. Pasukan pemanah yang berada di atas benteng segera menghujani pasukan Sultan yang mencoba menerobos masuk. Pertempuran mematikan ini berlangsung hingga malam hari dan akhirnya berhenti setelah Sultan Muhammad al-Fatih memutuskan untuk menarik mundur pasukannya.
Di waktu yang sama, kapal-kapal perang Sultan berusaha menghancurkan rantai besi yang menghalangi pergerakan armada laut Sultan untuk bisa masuk ke Teluk. Namun kapal-kapal Bizantium dan Italia yang berada di belakang rantai tersebut tidak tinggal diam melihat upaya kapal-kapal Sultan. Mereka dengan mudah menembaki kapal-kapal Sultan yang umumnya berukuran lebih kecil dari kapal-kapal Bizantium dan Konstantinopel hingga membuat armada laut Sultan mundur dari pertempuran.
Meskipun angkatan laut Sultan sudah mempersiapkan persenjataan secara matang, dan jumlah kapal-kapalnya cukup banyak, tetapi mereka kalah pengalaman dan wawasan militer dalam hal pertempuran di laut dibandingkan dengan tentara laut Bizantium dan Italia. Tentara laut Turki tidak mampu mengimbangi permainan tempur yang dimainkan pasukan musuh yang notabenenya lebih berpengalaman. Hingga akhirnya armada laut Turki mundur dari pertempuran yang disambut sorak-sorai kegembiraan armada laut musuh karena keberhasilan mereka memukul mundur kapal-kapal perang Sultan.
Keberhasilan pasukan darat dan laut Konstantinopel menahan gerakan lawan, membuat rakyat Konstantinopel gembira. Mereka semakin yakin bahwa tentara Daulah Utsmaniyyah tidak akan mampu menerobos pertahanan benteng. Raja Konstantinopel pergi ke gereja Santa Sofiya untuk mengucap puji dan syukurnya kepada tuhan, atas keberhasilan mereka menghadapi serangan Sultan Muhammad al-Fatih.
Di sisi bumi yang lain, kegagalan pasukan Turki dalam beberapa pertempuran melawan pasukan Konstantinopel tidak membuat Sultan Muhammad al-Fatih gigit jari. Justru beliau semakin bersemangat untuk menggapai cita-citanya, yaitu menaklukkan Konstantinopel. Untuk itu beliau memutar keras otaknya; taktik dan strategi perang apa lagi yang harus digunakan untuk menyerang musuh.
Sumber:
1 Periksa: Sulthan Muhammad al-Fatih, karya Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 6.
2 Lihat: Dalaa’il Nubuwwah, karya Syeikhul Islam Ibnu Taymiyyah hal 46.
3Lihat: Shuwar Min hayatis Shohabah, karya Dr. Abdur Rahman Raf’at Pasya hal 73.
4 Periksa: Sulthan Muhammad al-Fatih, karya Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di http://www.Wikipedia.com.
5 Periksa: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi
6 Lihat: Mehmed II di http://www.Wikipedia.com
7 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 43 dan Mehmed II dihttp://www.Wikipedia.com
8 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 79-81
9 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 82-83
10 Pasukan infanteri adalah istilah militer untuk pasukan yang berjalan kaki.
11 Pasukan kavaleri adalah pasukan yang mobilisasinya menggunakan kendaraan. Pada zaman dahulu, yang dimaksud dengan pasukan kavaleri adalah pasukan yang mengendarai kuda.
12 Pasukan artileri adalah pasukan yang bertugas mengoperasikan meriam.
13 Pasukan regular adalah pasukan yang berdinas tetap sebagai tentara.
14 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di http://www.Wikipedia.com
15 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 86-90
16 Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 90-95
Sabtu, 22 Juni 2013
Perampokan terbesar dalam sejarah, hacker curi Rp 437 miliar
Tanpa senjata, tanpa masker penutup
wajah, bahkan tanpa ancaman pada pegawai bank. Itulah kejahatan cyber yang
dilakukan oleh sekelompok orang di 26 negara dengan membobol USD 45 juta atau
setara dengan Rp 437 miliar lebih melalui kartu kredit prabayar.
Dikutip dari The Hacker News (10/5), pihak kepolisian berhasil menangkap tujuh warga negara dan penduduk AS Yonkers, New York, di antaranya Yael Meija Collado, Joan Luis Minier Lara, Evan Jose Pena, Jose Reyes Familia, Elvis Rafael Rodriguez, Emir Yaseer Yeje dan Chung Yu-Holgui.
Untuk tersangka kedelapan, Alberto Yusi Lajud-Pena dibunuh pada tanggal 27 April lalu di Republik Dominika.
Mereka diduga bekerjasama dengan hacker yang sempat dua kali masuk ke sistem komputer perusahaan pengolahan kartu kredit, kemudian mencuri data kartu ATM.
Diketahui pada bulan Februari lalu para hacker masuk ke dalam sistem prosesor kartu kredit yang berbasis di Amerika Serikat untuk mencuri rekening prabayar kartu debit Mastercard, yang diterbitkan oleh Bank Muscat.
Dikutip dari The Hacker News (10/5), pihak kepolisian berhasil menangkap tujuh warga negara dan penduduk AS Yonkers, New York, di antaranya Yael Meija Collado, Joan Luis Minier Lara, Evan Jose Pena, Jose Reyes Familia, Elvis Rafael Rodriguez, Emir Yaseer Yeje dan Chung Yu-Holgui.
Untuk tersangka kedelapan, Alberto Yusi Lajud-Pena dibunuh pada tanggal 27 April lalu di Republik Dominika.
Mereka diduga bekerjasama dengan hacker yang sempat dua kali masuk ke sistem komputer perusahaan pengolahan kartu kredit, kemudian mencuri data kartu ATM.
Diketahui pada bulan Februari lalu para hacker masuk ke dalam sistem prosesor kartu kredit yang berbasis di Amerika Serikat untuk mencuri rekening prabayar kartu debit Mastercard, yang diterbitkan oleh Bank Muscat.

Selanjutnya operasi kedua berlangsung dengan kekuatan yan lebih besar, hasilnya sebanyak USD 40 juta atau setara Rp 389 miliar lebih kerugian yang harus rela ditanggung oleh Bank Muscat.
Teknik kejahatan cyber yang dilakukan oleh sekelompok orang ini dikenal dengan sebutan 'unlimited operation'.
Pihak jaksa Amerika Serikat menyatakan bahwa kini lembaga penegak hukum di Jepang, Kanada, Jerman, rumania, dan 12 negara lainnya telah ikut terlibat dalam penyelidikan tersebut.
Apa yang ada dipikiran kalian ? ingin
menjadi seperti mereka ? atau ingin mempelajari semua yang mereka lakukan ?
tentu ini adalah soal moral, mereka menyalah gunakan kemampuan mereka untuk hal
yang merugikan orang lain, mereka ingin memperkaya diri secara cepat dengan apa
yang mereka bisa lakukan tapi itu bukan cara yang tepat. Jadi, jika diantara
kalian ada yang memiliki kemampuan hacking kelas kakap sebaiknya anda membuat
kejahatan kecil saja seperti membuat crack untuk game dan aplikasi berbayar
yang ada haha ._.v
Tulisan ini saya ambil dari : http://www.merdeka.com/teknologi/perampokan-terbesar-dalam-sejarah-hacker-curi-rp-437-triliun.html
Manusia & Keindahan
Manusia
dan keindahan seakan sudah seperti elemen yang tidak bisa dipisahkan, karna
manusia termasuk keindahan di alam ini. Begitu banyak keindahan yang ada
didunia ini yang diberikan tuhan untuk dinikmati oleh manusia tapi masih saja
beberapa dari kita belum paham betul apa arti dari sebuah keindahan itu
sendiri. Padahal keindahan mudah saja kita temukan bila saja tertanam dalam
diri kita rasa bersyukur atas apa yang telah kita miliki dan kesempurnaan yang
kita miliki di hidup ini.
Keindahan
bukanlah semata hanya keindahan untuk kita lihat, tapi banyak keindahan yang
bisa kita rasakan bukan hanya dengan mata melainkan keindahan perasaan yang
damai hidup berdampingan dengan rukun menjalani hidup dengan apa adanya dan
mensyukuri semua yang telah ada.
Ada pula keindahan seperti pemandangan-pemandangan indah seperti gunung, pantai, hutan, dan masih banyak lagi keindahan alam yang tuhan berikan untuk manusia nikmati dan manusia sadari bahwa tuhan memberikan keindahan dalam hidup kita dan keindahan itu tidak datang begitu saja melainkan harus kita cari dan kita sadari terlebih dahulu bersyukur atas semua keindahan yang telah tuhan berikan.
Ada pula keindahan seperti pemandangan-pemandangan indah seperti gunung, pantai, hutan, dan masih banyak lagi keindahan alam yang tuhan berikan untuk manusia nikmati dan manusia sadari bahwa tuhan memberikan keindahan dalam hidup kita dan keindahan itu tidak datang begitu saja melainkan harus kita cari dan kita sadari terlebih dahulu bersyukur atas semua keindahan yang telah tuhan berikan.
Jumat, 21 Juni 2013
Managemen Cinta
Menurut pengertian yang ada
managemen diartikan sebagai “Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui
dan dengan orang-orang dalam kelompok formal terorganisir.” Sedangkan cinta itu
sendiri merupakan sebuah rasa sayang atau sebuah rasa saling menyayangi yang
ada di hidup ini.
Jadi
menurut saya managemen cinta itu adalah sebuah cinta yang harus tersampai
dengan benar secara menyeluruh dan terbuka. Dengan kata lain kita tidak salah
dalam mengartikan cinta cinta bukan hanya untuk satu orang melainkan untuk
setiap orang yang berharga dalam hidup kita, tidak hanya untuk kekasih tapi
cinta juga di tujukan kepada orang tua, terutama tuhan dan orang-orang terdekat
kita yang lainnya.
Cinta bukan
hanya sekedar menyayangi, tapi cinta juga tentang bagaimana caranya agar bisa
saling mengerti dan saling dewasa menyikapi setiap masalah yang ada. Tidak hanya
menjalin rasa sama-sama suka tapi juga menjalin pehaman satu sama lain saling
menerima keadaan satu sama lain menerima semua yang sebelumnya sudah disanggupi
untuk diterima.
Selasa, 30 April 2013
(PUISI) TITIK
Entah bagaimana pena berlaga
Menyisipkan sajak disetiap ceritanya
Meleburkan asa ingin bersama
Entah harus bagaimana caranya
Tak pernah langit menduga
Kapan datang gelapnya
Dan kapan saat terangnya
Setiap harinya tak pernah terlupa
Sebuah awal yang terlanjur terurai
Sebuah benang yang terlanjur ku rajut
Banyak kata yang sulit tersampai
Begitu dalam akar harus ku cabut
Adakah sebuah air untuk kehausanku ini
Untuk meredam emosiku akan lelah ini
Menyegarkan ku dan membawaku lari
dari ini
Membuat semuanya setenang percik
nurani
Akhir yang sulit kucari
Mengharapkan rasa yang tak mungkin terbagi
Melepas yang tak pernah kumiliki
Tak pernah rela melepaskannya pergi
Dimana pena mengucap kata
Sulit berherti untuk akhiri
Mencari titik untuk hal nyata
Menahan sakit yang tak terpungkiri
Menahan sakit yang tak terpungkiri
Hubungan Manusia dengan Budaya
Budaya
adalah sebuah kebiasaan atau sebuah perilaku dan adat yang sering dilakukan
oleh manusia disetiap tempatnya tinggal. Hubungan antara manusia dan budaya itu
sendiri sudah sangat jelas sangat berkaitan, karna manusia adalah mahkluk yang
berbudaya.
Didalam budaya itu sendiri terdapat banyak perbedaan budaya, dan itu pun
disebabkan karna banyaknya perbedaan pada tempat hidup, cara hidup dan
kepercayaan dari manusianya itu sendiri.
Jadi, jelas saja jika manusia dan budaya itu sangat-sangat berhubungan dan
saling keterkaitan satu sama lain, karna adanya budaya-budaya itu sendiri
disebabkan karna adanya kebiasaan dari manusia-manusia itu sendiri.
Kamis, 24 Januari 2013
Kondisi Kehidupan Umat Beragama Saat ini & Beri Tanggapan Tentang Sekte-Sekte Sesat yang ada di Keyakinan Kalian
Seperti yang telah
ada di beberapa media masa kondisi umat beragama saat ini begitu sangat
memprihatinkan, banyak beberapa umat beragama yang hanya mengakui dia beragama
namun pada kenyataannya tidak sedikit pun dia menjalankan kewajiban yang
seharusnya sudah diwajibkan untuk dijalankan dalam peraturan agamanya,
dan sekarang sudah begitu banyaknya umat beragama yang tidak lagi
memperdulikan situasi dan seakan mereka sudah tidak punya malu berbuat dosa
dengan menggunakan kedok agama sebagai tamengnya, seperti misalnya, banyaknya
wanita berkerudung yang tidak menjaga perilakunya, dan bahkan ada pula
wanita yang berbuat asusila bahkan masih mengenakan kerudung yang seharusnya
hanya orang yang beriman baik yang hanya boleh dan pantas memakainya, tapi
sekarang sepertinya itu hanya menjadi sarana untuk menutupi keburukannya, dan
masih banyak lagi yang mengatas namakan agama untuk kepentingan pribadi,
adapula contohnya peminta sumbangan untuk masjid yang ada di angkutan umum, ada
yang sungguhan dan ada pula yang hanya berbohong atas nama pembangunan masjid
tetapi hasilnya untuk kepentingan pribadi.
Sungguh
memprihatinkan keadaan umat beragama yang ada saat ini, bahkan makin
menyedihkan pula dengan adanya agama-agama baru yang diciptakan, dengan
persyaratan dan cara ibadah yang mereka buat sendiri, bahkan ada agama yang
peraturan dan tata cara beribadahnya sangat berbeda jauh dengan tata cara yang
seharusnya. Begitu makin menyeramkan keadaan manusia manusia seperti mereka,
yang begitu menganggap remeh agama, menganggap remeh agama sama saja halnya
mereka menganggap remeh tuhannya sendiri. Maka perlunya bimbingan dan
pengawasan yang ketat pada orang-orang terdekat kita agar tidak
terjerumus pada hal-hal yang demikian.
Manfaat IPTEK dalam Mengatasi Kemiskinan & Efek Teknologi bagi Masyarakat yang Belum Siap Mental
Melihat begitu pesatnya
perkembangan zaman, dan perkembangan dalam mengembangkan ilmu IPTEK untuk
kepentingan sehari-hari agar mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya,
adapun manfaat IPTEK dalam mengatasi kemiskinan, beberapa hal yang dapat
mengatasi kemiskinan seperti, pengembangan SDM untuk mengoperasikan beberapa
mesin produksi agar setidaknya mengurangi angka pengangguran dan mengurangi
setidaknya beberapa persen angka kemiskinan.
Banyak diantaranya hal yang dapat dikembangkan dan bisa dijadikan sarana untuk mengatasi
angka kemiskinan di indonesia, dan perlunya kesadaran masyarakat terhadap
perkembangan dan pemanfaatan teknologi itu sendiri, masih banyak diantaranya
beberapa daerah yang masih belum begitu paham dan begitu mengerti tentang
perkembangan IPTEK itu sendiri, beberapa daerah yang berada dipedalam
sepertinya memiliki beberapa masalah untuk mengetahui perkembangan itu sendiri,
di karenakan keadaan yang mungkin sulit untuk dijangkau, ataupun beberapa
masyarakat sekitar yang memang menolak mentah-mentah adanya perkembangan IPTEK
itu sendiri, mungkin beberapa hal dikarena kan masyarakatnya masih menjaga
keaslian budaya nenek moyangnya yang masih begitu kental.
Dan beberapa efek tenologi bagi masyarakat yang belum siap mental adalah, penyalahgunaan
teknologi yang ada, atau bahkan tidak mematuhi peraturan perundang-undangan
yang ada dalam sarana teknologi tersebut, dikareanakan masih kurangnya
pengetahuan tentang IPTEK itu sendiri, dan beberapa halnya teknologi yang makin
mempermudah manusia mengakses dan mendapat pengetahuan dengan begitu mudah dan
cepat, dan beberapa anak yang belum siap mental mengakses dan melihat situs
porno dengan begitu mudahnya, hingga akhirnya dia mempraktekannya di kehidupan
bermasyarakatnya, maka dari itu, perkembangan IPTEK itu sendiri juga perlu
pengawasan dan beberapa pengertian tentang cara dan batasan-batasan
penggunaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)