Seperti
menatap erat wajahmu didepan cermin begitu nyata dan membawamu kedalamnya namun
semua hanyalah maya. Apa yang selalu ingin kucoba adalah menghadirkan diri ini
dihadapannya dan dianggap ada perasaan yang selama ini kubawa saat bertemunya. Namun
seperti halnya aku hanya sebuah air yang begitu menghilangkan dahagamu namun
setelahnya kau tak peduli apa yang membuat dahagamu berlalu.
Banyak
hal yang mungkin tidak pernah dia sadari dan bahkan begitu sangat ku ingat
momen yang begitu indah untukku, begitu biasa untuknya begitu luar biasa bagiku
dan seperti tak lagi peduli saat bahagia membawanya pergi dan seakan jahat
niatku begitu menanti kesedihannya datang agar tercipta waktu untukku menikmati
indahnya kebersamaan itu. Entah apa yang membuatku begitu halu seperti mabuk
karna minuman seperti letih begitu jauh berlari begitu indah saat semua tawanya
tercipta karna tingkahku saat dia tersenyum kepadaku dan saat dia bisa begitu
lega mengutarakan semua masalahnya padaku.
Apa
aku begitu tak terlihat berguna ? mungkin memang begitu banyak kekuranganku
atas dirinya, dan begitu banyak kesalahanku atas hidupnya terutama
kebahagiaannya dan perasaannya. Dan begitu hebatnya kah diriku memendam dan
memalsukan semua rasa yang aku miliki padanya. Dan begitu tak terasanya kah
semua yang coba ku ungkapan lewat tingkahku yang membisu namun rindu ini. Dan begitu
tak terasa kah hadir ini untuknya ?. dan apakah karna aku hanya pengganggu di
hidupnya.
Lalu
apa yang membuat semua berbeda, aku ada tapi kenapa terkadang begit sangat dia
meniadakanku seakan aku hanya teman yang dia kenal beberapa hari yang lalu,
yang begitu dekat lalu berlalu begitu saja. Seperti meniadakan hari-hari itu,
hari yang selalu kurindu. Seperti tidak pernah mengenalku begitu acuh membisu. Ya
aku sadar memang tak pantas aku mengharapkan sesuatu yang lebih darinya, bahkan
meminta waktu yang lebih darinya, begitu sangat membuatku tersadar akan
sifat-sifat acuhnya. Namun apa boleh buat rasa ini membawa ku dalam ketulian,
kebisuan, dan kebekuan. Semua seperti sudah terbiasa aku jalani, terkadang
begitu indah. Namun saat melihat kebahagiaannya bersama yang begitu dia kasihi
menjadi beban untukku berfikir. Apakah salah semua ini dan
(to next part) Apakah semua ini salahku ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar