Hello World :)

Kamis, 27 Juni 2013

Aku selalu hadir, tapi tidak baginya

                Seperti menatap erat wajahmu didepan cermin begitu nyata dan membawamu kedalamnya namun semua hanyalah maya. Apa yang selalu ingin kucoba adalah menghadirkan diri ini dihadapannya dan dianggap ada perasaan yang selama ini kubawa saat bertemunya. Namun seperti halnya aku hanya sebuah air yang begitu menghilangkan dahagamu namun setelahnya kau tak peduli apa yang membuat dahagamu berlalu.
                Banyak hal yang mungkin tidak pernah dia sadari dan bahkan begitu sangat ku ingat momen yang begitu indah untukku, begitu biasa untuknya begitu luar biasa bagiku dan seperti tak lagi peduli saat bahagia membawanya pergi dan seakan jahat niatku begitu menanti kesedihannya datang agar tercipta waktu untukku menikmati indahnya kebersamaan itu. Entah apa yang membuatku begitu halu seperti mabuk karna minuman seperti letih begitu jauh berlari begitu indah saat semua tawanya tercipta karna tingkahku saat dia tersenyum kepadaku dan saat dia bisa begitu lega mengutarakan semua masalahnya padaku.
                Apa aku begitu tak terlihat berguna ? mungkin memang begitu banyak kekuranganku atas dirinya, dan begitu banyak kesalahanku atas hidupnya terutama kebahagiaannya dan perasaannya. Dan begitu hebatnya kah diriku memendam dan memalsukan semua rasa yang aku miliki padanya. Dan begitu tak terasanya kah semua yang coba ku ungkapan lewat tingkahku yang membisu namun rindu ini. Dan begitu tak terasa kah hadir ini untuknya ?. dan apakah karna aku hanya pengganggu di hidupnya.
                Lalu apa yang membuat semua berbeda, aku ada tapi kenapa terkadang begit sangat dia meniadakanku seakan aku hanya teman yang dia kenal beberapa hari yang lalu, yang begitu dekat lalu berlalu begitu saja. Seperti meniadakan hari-hari itu, hari yang selalu kurindu. Seperti tidak pernah mengenalku begitu acuh membisu. Ya aku sadar memang tak pantas aku mengharapkan sesuatu yang lebih darinya, bahkan meminta waktu yang lebih darinya, begitu sangat membuatku tersadar akan sifat-sifat acuhnya. Namun apa boleh buat rasa ini membawa ku dalam ketulian, kebisuan, dan kebekuan. Semua seperti sudah terbiasa aku jalani, terkadang begitu indah. Namun saat melihat kebahagiaannya bersama yang begitu dia kasihi menjadi beban untukku berfikir. Apakah salah semua ini dan

(to next part) Apakah semua ini salahku ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar