Pagi
yang cerah, semangat baruku melihat senyumnya setelah sekian lama hati ini
seakan membeku tak tau lagi rasanya suka entah karna terlalu lelah
mempertahankan yang tak pernah sedikitpun mempertahankanku atau terlalu letih
untuk mengawali suatu hal yang baru lagi.
Begitu
terkesan lelah hidupku saat berlari begitu jauh dan mengeratkan jarak antara
aku dan kekasihku dulu yang kini berakhir begitu saja, karna alasan yang
membuatku begitu terpukul begitu menyakitiku dan bahkan jika ibuku tau akan
perkataannya pada ibuku mungkin akan begitu sakit hatinya. Semua yang dia
lakukan begitu erat kuat kututupi untuk menjaga semua keutuhan yang ku jalin
selama 2tahun itu.
Tapi
apa boleh buat, tak semua pengorbanan dan tak semua hal yang kuraih dengan giat
dan sabar menghasilkan hasil yang seperti yang kuharapkan, salahku memang
terlalu memaksakan keadaan padahal pada awalnya aku sudah menyangka semuanya
akan seperti ini, tapi hatiku berbicara lain. Dalam hatiku bicara aku pasti
mampu merubahnya dengan segala apa yang ku punya dan dengan ketulusanku
untuknya agar selalu dapat bertahan dari semua sifat-sifatnya yang begitu sulit
aku terima.
Begitu
banyak hal yang setiap harinya membuat hati ini meringis ! merintih ! dan
mengeluhkan keadaannya, karna begitu perihnya dan begitu pekatnya sifatnya yang
tidak pernah bisa menghargai semua yang kuperjuangkan untuknya, mungkin baginya
tak berarti tapi semua yang baginya tak pernah berarti itu begitu kulakukan
dengan penuh ketulusan dan penuh kelelahan.
Tapi
apa daya, mungkin ini salahku terlalu memaksakan keadaan pada awal aku
memulainya. Atau mungkin bahkan dia tidak pernah sedikitpun menaruh rasa padaku
dan mungkinkah semua dia jalani dengan penuh kepalsuan agar diriku tak terlalu
begitu terlihat menyedihkan karna terlalu mengharapkannya.
Entahlah,
seperti begitu cepat masa laluku berlalu dengan citra yang begitu buruk yang
selalu terkait erat di ingatanku ini. Karna aku hanya manusia biasa yang
mempunyai batas aku tak tahan dengan semua itu jadi ku putuskan untuk menyudahi
semua kelelahan itu. Begitu berat namun harus ku ketuk keputusan itu. Jika
tidak akan sampai kapan aku terpenjara dalam cinta yang begitu membutakan,
dalam penjara aturannya, dalam lingkup hinaannya, dalam relung emosiku yang sulit
ku letuskan padanya. Entah kenapa ! entah kenapa sulit membuat keputusan itu.
Padahal begitu sangat aku menginginkan semua itu berakhir namun seperti hatiku
sudah terbentuk namanya dan begitu dalam ukirnya. Namun banyak perkataan dalam
benak yang selalu membawaku kembali kealam sadarku dan membangunkanku dari
ketidaksadaranku selama ini, bahwa hal yang selalu menyakiti dan membebani itu
bukanlah lagi cinta , cinta tidak pernah membatasi tidak tidak pernah mengurung
tidak pernah merampas hidup cinta itu pemberi kebahagian pencipta tawa
penyemangat saat letih dan pembuat senyum saat merenung.
(to next part) Sia-siakah usahaku ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar