Jelas
bukan maksudku menyalahkan dia ataupun diriku sendiri, tapi semua terjadi
begitu saja dan begitu halnya seorang yang hanya ingin berteman dan saling
peduli. Entah dimana letak awal mulanya kesalahan yang kuperbuat ini terjadi
semua seperti berlalu begitu saja, begitu indah, begitu cepat, begitu
kurindukan masanya. Apakah halnya aku menikmati sebuah perjalanan kesalahan
yang kuperbuat ? ataukah perasaan ini kubuat-buat ? ataukah perasaan ini hanya
salah menyangka ? ataukah perasaan ini begitu pengecut untuk tersampai ? dan
ataukah perasaan ini harus ku tahan agar tidak menghancurkan kebahagiaannya ?
dan bagaimana mungkin awalnya kami hanya berteman biasa lalu timbul perasaan
yang istimewa ?.
Apa
maksud semua ini ? godaankah atas omongan ku dimana aku tidak akan pernah
menghancurkan kebahagiaan orang sekalipun aku begitu menginginkannya. Apakah ini
sebuah perasaan yang harus ku perjuangkan ? apakah aku harus merasakan sakit
agar mengerti betapa sulitnya bersabar, tak dianggap, dan betapa sulitnya
terkait sebuah kail harapan ? apakah ini balasan ? apakah sebuah hal yang harus
kujalani agar menjadi karma ku dikemudian hari ?. Entah harus ku keluar kan
berapa tanda tanya untuk menyelesaikan kebimbangan langkahku ini dan membawa semua
rasa bersalah dan cinta yang terlanjur bertingkat. Seperti membangun sebuah
menara yang tinggi dan apakah akan ku tinggikan lagi menara ini ? dan atau akan
kuhancurkan karna terlalu mencakar langit tingginya ? dan untuk apa jika
terlalu tinggi namun tak terisi ? menyisakan untuk apa ?.
Bukan sebuah
cerita yang mengharapkan terbalasnya cinta dan tercapainya harapan, tapi semua
yang ku alami seperti sebuah mimpi dan uji diri. Entah apa yang membuatku
begitu memikirkan sesuatu yang bahkan bukan milikiku, dan bahkan yang kupikirkan tak
tau begitu eratnya karat yang ia tanamkan dikepala dan hatiku sehingga sulit
melupakan namanya sehari saja dari ingatan ini.
Awal yang
selalu ku cari adalah awal dimana pertama aku mulai menaru sedalam ini
perasaanku padanya, entah sejak kapan begitu mendengar satu nama orang yang dia
sayangi dari bibirnya begitu mengoyakku. Mengapa aku tak berhenti sejak itu ?
mengapa aku seperti api yang tertiup angin ? mengapa tak tersadar dan menyudahi
semua. Mengapa tak kujaraki diriku demi kebahagiaannya ? dan mengapa begitu
kutanya jawabannya selalu membuatku terdiam dan bertanya apa sebenarnya maunya
? ragukah akan diriku ? waktu yang terlalu singkatkah yang meragukan mu hai kau
yang disana!? Atau cintamu pada kekasihmu yang memang selalu ingin pertahankan
? jika memang itu katakanlah maka dengan senyumku ku bawa semua yang kupunya
untuku dan berbahagia melihatmu. Dan jika inginmu aku menunggu akan ku coba
semampuku as long as you need.
To be continued ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar