Senin, 05 Mei 2014
Mendag: Biodiesel Hemat Devisa USD3,5 Miliar
Kementerian Perdagangan (Kemendag) penggunaan bio diesel dalam pencampuran ke dalam bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10 persen ini menjadi tren Indonesia ke depannya. Hal tersebut menjadi penting lantaran banyaknya produk yang digunakan di Indonesia didapat melalui impor dan pada akhirnya kembali di ekspor.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, tren baik penggunaan bio diesel ini dapat menekan nilai impor BBM yang selama ini telah dilakukan. Di mana, bio diesel mampu mensubstitusi hal tersebut.
"Komitmen 10 persen ini kita sudah hitung penghematan devisa USD3,5 miliar," kata Lutfi di Kantornya, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Lutfi melanjutkan, tidak hanya memberikan dampak kepada penghematan devisa, tren baik bio diesel ini juga berdampak baik bagi turunannya di luar devisa, seperti pembayaran pajak, dan penyerapan tenaga kerja Indonesia
Tidak hanya biodiesel, Lutfi mengungkapkan penekanan impor BBM juga dapat dilakukan dengan substitusi energi panas bumi atau geotermal. Oleh karena itu, dirinya pun berharap pemerintah Indonesia dapat terus mendorong program geotermal dalam negeri.
"Barang ini (geotermal) tidak bisa dijual ke mana-mana, tapi strukturnya sangat tinggi. Kita mesti jaga dalam negerinya, saya pikir biodiesel dalam 5-6 tahun ke depan 40 persen," tukas dia.
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/05/19/980248/mendag-biodiesel-hemat-devisa-usd3-5-miliar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar