Hello World :)

Senin, 05 Mei 2014

Perbankan BUMN Terlalu Banyak Dipolitisasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan beberapa BUMN untuk melakukan konsolidasi di bidang keuangan. Adapun BUMN yang ingin digabung antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Pegadaian. Pengamat BUMN Mohammad Said Didu menilai, sebenarnya langkah kementerian BUMN untuk melakukan konsolidasi antara Bank Mandiri-Bank BTN dan BRI-Pegadaian merupakan strategi yang tepat. Menurutnya, keempat entitas lembaga keuangan milik pemerintah tersebut memiliki karakater dan model bisnis yang saling melengkapi. Konsolidasi Bank Mandiri-BTN akan menjadikan kedua bank semakin kuat dan sehat. BTN dengan peran dan fungsi strategisnya sebagai bank perumahan akan mendapatkan banyak manfaat dengan menjadi bagian dari Bank Mandiri. Selain akan mendapatkan sumber pendanaan yang lebih mudah, modal bank juga dapat diperkuat tanpa pemerintah harus kehilangan sahamnya di BTN. "Konsolidasi BTN-Bank Mandiri akan menciptakan sinergi yang sangat positif bagi kedua bank dan masyarakat Indonesia. Dengan kapasitas modal dan pendanaan yang semakin kuat, BTN akan memiliki kesempatan untuk membiayai perumahan baik untuk kelas menengah bawah maupun atas," kata dia di Jakarta, Senin (5/5/2014). Sampai kuartal I 2014, BTN berhasil menyalurkan kredit ke sektor properti sebesar Rp 89,71 triliun. Namun, BTN harus menghadapi masalah lantaran tingkat loan to deposit (LDR) perseroan lebih dari 100 persen, jauh di atas ketentuan bank Indonesia di kisaran 78 persen-92 persen. Sementara modal BTN juga tergerus menjadi 15,74 persen dari sebelumnya tahun 2013 sebesar 17,40 persen. Dengan modal yang menciut dan pendanaan yang terbatas, BTN justru menghadapi masalah kredit macet yang mencapai 3,5 persen, jauh di atas rata-rata NPL nett 10 bank terbesar yang masih di bawah 1 persen. Sementara konsolidasi BRI-Pegadaian akan semakin memperkuat BUMN dalam membiayai sektor-sektor usaha mikro yang selama ini merupakan fondasi utama perekonomian Indonesia. BRI dengan kemampuan modal, pendanaan yang besar dan jaringan yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia akan menjadi patner yang baik bagi Pegadaian. Sinergi ini akan memungkinkan bank-bank BUMN mengoptimalkan seluruh potensi di dalam negeri, sehingga dapat bersaing secara global. "Kita ingin bank-bank BUMN itu bisa menjadi penggerak ekonomi nasional. Jika terus dipolitisasi dan upaya memperkuat bank BUMN selalu digagalkan, yang akan dirugikan adalah masyarakat Indonesia. Seharusnya pemerintah saat ini bangga bisa memperkuat bank-bank BUMN di akhir masa pemerintahannya," tegasnya. sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/05/457/980060/perbankan-bumn-terlalu-banyak-dipolitisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar